Ungkapan Tak Berjudul…
Kucoba membangun hatiku untuk sebuah tebing yang ternyata begitu terjal untuk ku lalui
Tuk menatap indahnya sebuah pertemuan yang seharusnya menjadi hal terindah
Tapi mengapa pertemuan ini begitu menyisakan gerimis dari hujan yang tak kunjung datang
Tuk menyirami gersangnya bumi karena kemarau
Ku coba menanam bunga indah di tamanku
Dengan sebuah cita akan memetiknya
Tapi mengapa bunga ini layu padahal tak sedikit pun ia merasakan sejuknya air hujanMu?
Ku coba menatap langit dengan panasnya matahari
Dengan sebuah harapan aku bisa mengerti apa arti panasnya
Tapi ternyata aku tak bisa
Karena Aku sadar aku hanya manusia biasa
Ku coba bawa hati ini ke sudut yang terdalam
Yang tak tahu apa dan kapan ia bermakna
Ataukah untuk diriku ataukah untuk sosok yang begitu rasa ini terpaut?
Apakah salah rasa yang tercipta ini benar-benar salah
Untuk sebuah rasa yang tak pernah terkenali olehku sebelumnya?
Aku tak pernah tahu kapan ia datang
Datang kepada hati yang begitu beku sebelumnya
Tapi mengapa ketika ia mencair udara bahkan menginginkannya untuk membeku kembali?
Apakah memang tak pantas untuk rasa ini untuk merasakan indahnya ketika bisa mengalir melalui tebing-tebing dan bebatuan?
Aku pun bertanya, tapi tak pernah ku tahu kepada siapa aku bertanya?
Apakah kepada bebatuan yang tak akan bergeming sedikit pun? Ataukah kepada air yang begitu sejuk yang mengalir yang tak akan pernah bisa mendengarku?
Ataukah kepada matahari atau lilin kecil yang selalu diibaratkan untuk sosok yang rapuh ini?
Tapi, aku tak akan menjadi rapuh
Hanya karena rasa ini salah
Ataukah rasa ini keliru tuk kutempatkan
Karena rasaku tak pernah bertanya padaku sebelumnya
Apakah ia ingin berasa manis ataukah cukup dengan rasa yang tak berasa sedikit pun
Aku pun tak akan mengucapkan selamat tinggal untuknya
Karena ia pun tak pernah mengucapkan selamat datang untukku
Post a comment